• Login Siswa/Orang Tua

  • NIS
    PIN
     
  • Masukkan Untuk SMA Alfa Centauri
  • Anda bisa mengirim pesan, masukan atau keluhan kepada seluruh bgn SMA Alfa Centauri
    Nama+HP:
    Pesan:
    Kepada:
  • Anda kami sarankan menggunakan browser mozilla firefox atau opera untuk lebih menikmati website ini

  • Ekstrakurikuler
  •  
  • Kamis, 29 Oktober 2009
  • UMAT ISLAM DAN SAINS , (Author: Budhi Darma)

  • Kemajuan Sains dalam Sejarah Islam

    Awal kemunculan dan perkembangan sains di dunia Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah ekspansi Islam itu sendiri. Dalam tempo lebih kurang 25 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad saw (632 M), kaum Muslim telah berhasil menaklukkan seluruh jazirah Arabia dari selatan hingga utara. Ekspansi dakwah yang diistilahkan pembukaan negeri-negeri (futuh al-buldan) itu berlangsung pesat tak terbendung. Bagai diterpa gelombang tsunami, satu persatu, kerajaan demi kerajaan dan kota demi kota berhasil ditaklukkan. Maka tak sampai satu abad, pada 750 M, wilayah Islam telah meliputi hampir seluruh luas jajahan Alexander the Great di Asia (Kaukasus) dan Afrika Utara (Libya, Tunisia, Aljazair, dan Marokko), mencakup Mesopotamia (Iraq), Syria, Palestina, Persia (Iran), Mesir, plus semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugis) dan India.

    Pelebaran sayap dakwah Islam ini tentu bukan tanpa konsekuensi. Seiring dengan terjadinya konversi massal dari agama asal atau kepercayaan lokal kedalam Islam, terjadi pula penyerapan terhadap tradisi budaya dan peradaban setempat. Proses interaksi yang berlangsung alami namun intensif ini tidak lain adalah gerakan islamisasi (ada juga yang lebih suka menyebutnya sebagai naturalisasi, integralisasi, atau assimilasi), dimana unsur-unsur dan nilai-nilai masyarakat lokal ditampung, ditampih dan disaring dulu sebelum kemudian diserap. Hal-hal yang positif dan sejalan dengan Islam dipertahankan, dilestarikan dan dikembangkan, sementara elemen-elemen yang tidak sesuai dengan kerangka dasar ajaran Islam ditolak dan dibuang. Dalam proses interaksi tersebut, kaum Muslim pun terdorong untuk mempelajari dan memahami tradisi intelektual negeri-negeri yang ditaklukkannya. Ini dimulai dengan penerjemahan karya-karya ilmiah dari bahasa Yunani (Greek) dan Suryani (Syriac) ke dalam bahasa Arab pada zaman pemerintahan Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, Syria. Pelaksananya adalah para cendekiawan dan paderi yang juga dipercaya sebagai pegawai pemerintahan. Akselerasi terjadi setelah tahun 750 M, menyusul berdirinya Daulat Abbasiyyah yang berpusat di Baghdad. Khalifah al-Makmun (w. 833 M) mendirikan sebuah pusat kajian dan perpustakaan yang dinamakan Bayt al-Hikmah. Menjelang akhir abad ke-9 Masehi, hampir seluruh korpus saintifik Yunani telah berhasil diterjemahkan, meliputi berbagai bidang ilmu pengetahuan, dari kedokteran, matematika, astronomi, fisika, hingga filsafat, astrologi dan alchemy. Muncullah orang-orang seperti Abu Bakr al-Razi (Rhazes), Jabir ibn Hayyan (Geber), al-Khawarizmi (Algorithm), Ibn Sina (Avicenna) dan masih banyak sederetan nama besar lainnya.

    Kegemilangan itu berlangsung sekitar lima abad lamanya, ditandai dengan produktifitas yang tinggi dan orisinalitas luar biasa. Sebagai ilustrasi, al-Battani (w. 929) mengoreksi dan memperbaiki sistem astronomi Ptolemy, mengamati mengkaji pergerakan matahari dan bulan, membuat kalkulasi baru, mendesain katalog bintang, merancang pembuatan pelbagai instrumen observasi, termasuk desain jam matahari (sundial) dan alat ukur mural quadrant. Seperti buku-buku lainnya, karya al-Battani pun diterjemahkan ke bahasa Latin, yaitu De scientia stellarum, yang dipakai sebagai salah satu bahan rujukan oleh Kepler dan Copernicus. Kritik terhadap teori-teori Ptolemy juga telah dilontarkan oleh Ibn Rusyd (w. 1198) dan al-Bitruji (w. 1190). Dalam bidang fisika, Ibn Bajjah (w. 1138) mengantisipasi Galileo dengan kritiknya terhadap teori Aristoteles tentang daya gerak dan kecepatan. Demikian pula dalam bidang-bidang lainnya. Bahkan dalam hal teknologi, pada sekitar tahun 800an M di Andalusia (Spanyol), Ibn Firnas telah merancang pembuatan alat untuk terbang mirip dengan rekayasa yang dibuat Roger Bacon (w. 1292) dan belakangan dipopulerkan oleh Leonardo da Vinci (w. 1519).

    Faktor Pemicu Kejayaan Sains

    Melihat prestasi gemilang itu, wajarlah jika kemudian muncul pertanyaan bagaimana semua itu dapat terjadi? Jika dikaji dan ditelusuri dengan teliti, faktor-faktor yang telah memungkinkan dan mendorong kemajuan sains di dunia Islam pada saat itu ada lima.

    Pertama, berkat kesungguhan dalam mengimani mempraktekkan ajaran Islam sebagaimana tertuang dalam al-Quran dan Sunnah itu lahirlah individu-individu unggul yang pada gilirannya membentuk masyarakat madani Islami.

    Kedua, adanya motivasi agama. Seperti kita ketahui, kitab suci al-Quran banyak berisi anjuran untuk menuntut ilmu, membaca (iqra), melakukan observasi, esplorasi, ekspedisi (siru fil ardhi), dan berfikir ilmiah rasional. Al-Quran juga mengecam keras sikap dogmatis atau taklid buta. Begitu gencarnya ayat-ayat itu didengungkan, sehingga belajar atau mencari ilmu pengetahuan diyakini sebagai kewajiban atas setiap individu Muslim, dengan implikasi berdosalah mereka yang tidak melakukannya. Pada tataran praktis, doktrin ini membawa dampak sangat positif. Ia mendorong dan mempercepat terciptanya masyarakat ilmu (knowledge society) dan budaya ilmu (knowledge culture), dua pilar utama setiap peradaban.

    Ketiga adalah faktor sosial politik. Tumbuh dan berkembangnya budaya ilmu dan tradisi ilmiah pada masa itu dimungkinkan antara lain jika bukan terutama oleh kondisi masyarakat Islam yang, meskipun terdiri dari bermacam-macam etnis (Arab, Parsi, Koptik, Berber, Turki, dan lain lain), dengan latarbelakang bahasa dan budaya masing-masing, namun berhasil diikat oleh tali persaudaraan Islam. Dengan demikian terwujudlah stabilitas, keamanan dan persatuan. Para pencari ilmu maupun cendekiawan dengan leluasa dan aman bepergian ke pusat-pusat pendidikan dan keilmuan, dari Seville ke Baghdad, dari Samarkand ke Madinah, dari Isfahan ke Kairo, atau dari Yaman ke Damaskus. Ini belum termasuk mereka yang menjelajahi seluruh pelosok dunia Islam semisal Ibn Jubayr (w. 1217) dan Ibn Batuktah (w. 1377).

    Keempat adalah faktor ekonomi. Kesejahteraan masyarakat masa itu membuka kesempatan bagi setiap orang untuk mengembangkan diri dan mencapai apa yang diinginkannya. Imam ad-Dhahab (w. 1348), misalnya, menuntut ilmu hingga usia 20 tahun dengan biaya orangtuanya. Namun umumnya, pemerintah mengalokasikan dana khusus untuk para penuntut ilmu. Di universitas dan sekolah-sekolah tinggi seperti Nizamiyyah, Aziziyyah, Mustansiriyyah dan sebagainya, baik staf pengajar maupun pelajar dijamin kehidupannya oleh badan wakaf masing-masing, sehingga bisa konsentrasi penuh pada bidang dan karirnya serta produktif menghasilkan karya-karya ilmiah. Dengan kemakmuran jugalah kaum Muslim dahulu dapat membangun istana-istana yang megah, perpustakaan-perpustakaan besar dan sejumlah rumah sakit.

    Faktor kelima yang tak kalah pentingnya adalah dukungan dan perlindungan penguasa saat itu. Para saintis semisal Ibn Sina, Ibn Tufayl dan at-Tusi berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengikuti patron-nya. Mereka menjadi penasehat sultan, dokter istana, atau sekaligus pejabat (Ibn Sina diangkat sebagai menteri oleh penguasa Hamadan waktu itu). Pentingnya patronase ini dibenarkan oleh sejarawan Toby Huff (1993): The considerable freedom and resources that certain outstanding philosophers and mathematicians had to pursue their studies, however, was always contingent upon the official protection of local rulers.

    Kemunduran Sains di Dunia Islam

    Lantas mengapa perjalanan sains di dunia Islam seolah-olah mendadak berhenti, mengapa cahaya kegemilangan itu kemudian redup lalu seolah lenyap sama sekali? Menjawab pertanyaan ini tidaklah sesederhana melontarkannya. Secara umum, faktor-faktor penyebab kematian sains di dunia Islam dapat dikelompokkan menjadi dua, internal dan eksternal.

    Menurut Profesor Sabra (Harvard) dan David King (Frankfurt), kemunduran itu dikarenakan pada masa terkemudian kegiatan saintifik lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan praktis agama. Arithmetika dipelajari karena penting untuk menghitung pembagian harta warisan. Astronomi dan geometri (atau lebih tepatnya trigonometri) diajarkan terutama untuk membantu para muwaqqit menentukan arah kiblat dan menetapkan jadwal shalat. Penjelasan semacam ini tidak terlalu tepat, sebab asas manfaat ini acapkali justru berperan sebaliknya, menjadi faktor pemicu perkembangan dan kemajuan sains.

    Jawaban lain menyatakan bahwa oposisi kaum konservatif, krisis ekonomi dan politik, serta keterasingan dan keterpinggiran sebagai tiga faktor utama penyebab kematian sains di dunia Islam. Ini pendapat David Lindberg (1992). Menurutnya, sains dan saintis pada masa itu seringkali ditentang dan disudutkan. Ia menunjuk kasus pembakaran buku-buku sains dan filsafat yang terjadi antara lain di Cordoba. Tak dapat dipungkiri bahwa krisis ekonomi dan kekacauan politik amat berpengaruh terhadap perkembangan sains. Konflik berkepanjangan disertai perang saudara telah mengakibatkan disintegrasi, krisis militer dan hancurnya ekonomi. Padahal, kata Lindberg, a flourishing scientific enterprise requires peace, prosperity, and patronage. Tiga pilar ini mulai absen di dunia Islam menjelang abad ke-13 Masehi. Semua ini diperparah dengan datangnya serangan tentara Salib, pembantaian riconquista di Spanyol, dan invasi Mongol yang meluluh-lantakkan Baghdad pada 1258. Tidak sedikit perpustakaan dan berbagai fasilitas riset dan pendidikan porak-poranda. Ekonomi pun lumpuh dan, sebagai akibatnya, sains berjalan tertatih-tatih. Faktor ketiga yang ditunjuk Lindberg biasa disebut marginality thesis. Sains di dunia Islam tidak bisa maju karena konon selalu dipinggirkan atau dianak-tirikan. Akibatnya, sains tidak pernah secara resmi diakui sebagai salah satu mata pelajaran atau bidang studi tersendiri. Pengajaran sains hanya bisa dilakukan dengan cara nebeng atau diselipkan bersama subjek lainnya. Seberapa jauh kebenaran tesis ini masih terbuka untuk diperdebatkan. Pada level yang lebih tinggi, hal ini berimplikasi pada riset dan pengembangan.

    Selain itu, beberapa faktor internal seperti kelemahan metodologi, kurangnya matematisasi, langkanya imajinasi teoritis, dan jarangnya eksperimentasi, juga dianggap sebagai penyebab stagnasi sains di dunia Islam. Pendapat ini disanggah oleh Toby Huff. Menurutnya, mengapa di dunia Islam yang terjadi justru kejumudan dan bukan revolusi sains lebih disebabkan oleh masalah sosial budaya ketimbang oleh hal-hal tersebut diatas. Buktinya, Copernicus pun didapati menggunakan model dan instrumen yang didesain oleh at-Tusi. Tradisi saintifik Islam, tegas Huff, juga terbukti cukup kaya dengan pelbagai teknik eksperimen dalam bidang astronomi, optik maupun kedokteran. Oleh karena itu Huff lebih cenderung menyalahkan iklim sosial-kultural-politik saat itu yang dianggapnya gagal menumbuhkan semangat universalisme dan otonomi kelembagaan di satu sisi, dan membiarkan partikularisme serta elitisme tumbuh berkembang-biak. Di sisi lain, Huff menilai tidak terdapatnya skeptisisme yang terorganisir dan dedikasi murni turut mempengaruhi perkembangan sains di dunia Islam. Ada juga klaim yang menghubungkan kemunduran sains dengan sufisme. Memang benar, seiring dengan kemajuan peradaban Islam saat itu, muncul berbagai gerakan moral spiritual yang dipelopori oleh kaum sufi. Intinya adalah penyucian jiwa dan pembinaan diri secara lebih intensif dan terencana. Pada perkembangannya, gerakan-gerakan tersebut kemudian mengkristal jadi tarekat-tarekat dengan pengikut yang kebanyakannya orang awam. Popularisasi tasawuf inilah yang bertanggung-jawab melahirkan sufi-sufi palsu (pseudo-sufis) dan menumbuhkan sikap irrasional dikalangan masyarakat. Tidak sedikit dari mereka yang lebih tertarik pada aspek-aspek mistik supernatural seperti keramat, kesaktian, dan sebagainya ketimbang pada aspek ritual dan moralnya. Obsesi untuk memperoleh kesaktian dan kegandrungan pada hal-hal tersebut pada gilirannya menyuburkan berbagai bentuk bidah, takhayyul dan khurafat. Akibatnya yang berkembang bukan sains, tetapi ilmu sihir, perdukunan dan aneka pseudo-sains seperti astrologi, primbon, dan perjimatan. Jadi lebih tepat jika dikatakan bahwa kemunduran sains disebabkan oleh praktek-praktek semacam ini, dan bukan oleh ajaran tasawuf.

    Penutup

    Memasuki era modern, sikap kaum Muslim terhadap sains terpecah menjadi tiga. Ada yang anti dan menolak mentah-mentah, ada yang menelan bulat-bulat tanpa curiga sedikitpun, dan ada yang menerima dengan penuh kewaspadaan. Sikap yang pertama maupun yang kedua kurang tepat karena sama-sama ekstrim. Sikap yang paling bijak adalah bersikap adil, pandai menghargai sesuatu dan meletakkannya pada tempatnya.

    Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kemajuan ataupun kemunduran sains dipengaruhi oleh dan tergantung pada banyak faktor internal maupun eksternal. Sebagai sebuah aktivitas kongkret, scientific enterprise mencerminkan nilai-nilai (epistemologis) yang dianut dan diamalkan para pelakunya. Kaum Muslim dapat meraih kembali kejayaannya jika mereka mau belajar dari sejarah agar tidak terjatuh ke jurang kegelapan berkali-kali.
    Dikutip dari: Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

    Kembali ke atas
    Posting komentar anda terhadap artikel ini, di sini (Dilarang menggunakan kata-kata yang tidak sopan)

    Nama
    Email
    Komentar
    Menurut anda artikel ini
     

    Posting yang masuk:
    tanggal nama rank komentar
    Selasa, 9 Agustus 2011 kzwvwijf 3 8zZ3HU <a href="http://avpyqckzzsnk.com/">avpyqckzzsnk</a>, [url=http://tdzuibxvmqav.com/]tdzuibxvmqav[/url], [link=http://qvifnsgfrvnt.com/]qvifnsgfrvnt[/link], http://dbbnrishbswi.com/
    Senin, 6 Juni 2011 vRbCNehGtjriSt 2 NFofZL <a href="http://ifywnjukrbvz.com/">ifywnjukrbvz</a>, [url=http://reqnzkewbmwe.com/]reqnzkewbmwe[/url], [link=http://raoqodajqlvi.com/]raoqodajqlvi[/link], http://zktpgvbbdfeo.com/
    Minggu, 24 April 2011 iPvrNoZvpiuPptJZcxd 4 NGcor4 , [url=http://dslbedgxkviz.com/]dslbedgxkviz[/url], [link=http://hqucnewcysnk.com/]hqucnewcysnk[/link], http://ahfcqfgantfb.com/
    Sabtu, 23 April 2011 MpbDFRcmm 3 JtwZiD <a href="http://zqmgchriytlo.com/">zqmgchriytlo</a>
    Minggu, 17 April 2011 aWyCoCqgVGMZTBsV 2 bxrP1i , [url=http://eglllcfuqzrb.com/]eglllcfuqzrb[/url], [link=http://kmhhvkaqsjni.com/]kmhhvkaqsjni[/link], http://byocfnxjuwvl.com/
    Minggu, 17 April 2011 SQkckZcDYhtRQx 4 5T3UAS <a href="http://nifcxgbewrnx.com/">nifcxgbewrnx</a>
    Minggu, 17 April 2011 OMoENKBnuWuaGQs 1 You're the getraest! JMHO
    Sabtu, 7 November 2009 Sindrawati 2 Sains merupakan salah satu daya tawar untuk kemajuan Islam.Tentunya semua tidak terlepas dari sistem Islam yang sesuai dengan fitroh manusia.....n' yang paling penting mengamalkan sains tersebut sesuai dengan kemuliaan Islam Sehingga Ummat Islam bisa mengubah suatu peradaban.Dengan bukti Islam pernah menguasai 3 perempat dunia dalam 3 setengah abad.

  • Artikel terkini
  •  
  • Selasa, 22 November 2011
  • S2DLS VERSI 4.0 (Android) in News , (Author: Andry Delimadya)
  • Untitled Document

    Direktur Utama Sony Sugema College, Sony Sugema, menjelaskan keunggulan sistem pembelajaran terbaru S2DLS versi 4 pada acara peluncuran program tersebut di Maruli Tua Room, Hotel Nalendra

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 12
  •  
  • Jum'at, 4 November 2011
  • Android Menjadi Alat Pembelajaran (S2DLS Ver.4) , (Author: saeful rahman)
  • Sony Sugema, MBA telah mengembangan S2DLS pada Platform Android - Informasi Press Convrence akan di adakan di Hotel Nalendra Jl. Cihampelas Jam 11-Selesai Pada tanggal 8 November 2011 -Seminar pada Hari Minggu 13 November 2011 di "Gedung Pos" Jl. Banda No.30 Image and video hosting by TinyPic
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  •  
  • Senin, 6 Juni 2011
  • Pentingnya Identitas , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Banyak orang yang ingin sukses, tetapi hanya kepingin saja, dia malas berjuang menuju kesuksesanya. Apa penyebabnya? Salah satunya adalah masalah identitas. Identitas atau label sangat penting bagi manusia. Manusia yang memiliki label nakal biasanya akan cenderung nakal, manusia yang memiliki identitas pintar cenderung akan pintar, manusia yang memiliki identitas seksi maka cenderung menjaga tubuhnya agar tetap seksi.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 10
  •  
  • Selasa, 31 Mei 2011
  • Budaya Hidup Sehat (materi Kelas X) , (Author: Drs. Rochendi)
  • Budaya hidup sehat harus menjadi aktifitas sehari-hari. Mengingat harta yang paling berharga adalah kesehatan. Dalam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diberikan materi tentang kesehatan termasuk di dalamnya tentang kesehatan seksual. Banyak orang tua merasa malu atau mungkin tabu untuk membicarakan seks dengan anak-anaknya. Akibatnya anak-anak mencari informasi dari media, tanpa pendampingan sehingga banyak anak yang terjebak.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 6
  •  
  • Minggu, 6 Maret 2011
  • Pemprov Jabar Sediakan Beasiswa Rp 10 Miliar bagi Siswa/Siswi SMA/SMK , (Author: Agus Rustandi)
  • BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan beasiswa Rp 10 Miliar bagi 12.500 siswa/siswi SMA dan SMK dari keluarga miskin dalam tahun anggaran 2011. Masing-masing siswa/siswi SMA/SMK tersebut akan mendapatkan beasiswa Rp 800.000. Adanya dana beasiswa bagi siswa/siswi SMA/SMK dari keluarga miskin tersebut, tercantum dalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) APBD Tahun Anggaran 2011 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 64
  •  
  • Selasa, 11 Januari 2011
  • 3 Ways to Build Excellent Teamwork , (Author: Agus Rustandi)
  • Hampir semua kisah legendaris tentang kejayaan perusahaan atau organisasi selalu dibentangkan oleh sebuah tim kerja yang ekselen. Penemuan lampu bohlam pertama ternyata tak hanya diracik oleh sang genius Thomas Alva Edison, namun lantaran ditopang oleh puluhan anggota tim-nya yang bekerja tak kenal lelah, melakukan eksperimen hingga ribuan kali.

    We don't create superman/woman, we develop super team. Demikian kredo yang kini kudu diusung dengan penuh bara antusiasme. Sebab tanpa kualitas tim yang top markotop, sebuah organisasi bisa limbung ditelan arus perubahan yang terus menggilas tanpa kenal letih. Kalau demikian, dimensi apa saja yang amat penting untuk membentangkan sebuah tim legendaris?

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 73
  •  
  • Selasa, 30 November 2010
  • SEKOLAH, PILIHAN PAHIT BAGI DHUAFA , (Author: Drs. Rochendi)
  • Keterbatasan tidak selalu menjadi dimensi tabir kesuksesan. Keterbatasan terkadang menjadi energi kinestetik untuk melejitkan potensi diri. Potensi melesat bagai anak panah lepas dari busur bila potensi itu kelola dengan arah yang tepat.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 30
  •  
  • Rabu, 24 November 2010
  • MATERI ULANGAN AKHIR SEMESTER 1 KELAS X , (Author: Drs. Rochendi)
  • ATLETIK, BOLA BASKET, BOLA VOLI, SEPAK BOLA, PENDAKIAN, DAN NARKOBA
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 55
  •  
  • Kamis, 28 Oktober 2010
  • Mari Mengajak Kebaikan Mencegah Keburukan , (Author: Agus Rustandi)
  • Sekarang ini saudara-saudara kita banyak yang tertimpa mushibah. Mulai dari Banjir Wasior di Papua, Gelombang Tsunami di Mentawai dan Gunung Merapi di Magelang. Semoga saudara-saudara kita yang mengalami mushibah diberi kesabaran oleh Allah SWT. Dan kita yang tidak mengalaminya semoga kita pandai-pandai bersyukur kepada Allah SWT dengan semakin taat kepadaNya.

    Menurut para alim ulama, mushibah itu ada tiga kategori: 1. mushibah sebagai ujian dari Allah, 2. sebagai teguran dan 3. sebagai azab. Dan ketiga kategori ini sangat bergantung kepada siapa musibah tersebut menimpa. Jika kepada orang yang bertaqwa maka masuk kategori pertama. Jika kepada orang kadang taat kadang maksiat, maka ia masuk kategori kedua. dan Jika STMJ (sholat tara maksiat jalan) maka masuk kategori yang ketiga.

    Namun, yang pasti kategori manapun itu, penyebab datangnya mushibah itu adalah dari tangan-tangan manusia sendiri. seperti dijelaskan oleh Allah di dalam QS. As-Syuura:30 berikut ini: “Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)“.

    Lantas pertanyaannya adalah perbuatan kita apakah yang dapat menyebabkan mushibah itu datang?

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 10
  •  
  • Jum'at, 22 Oktober 2010
  • SMA ALFA MERAIH PENGHARGAAN , (Author: Agus Rustandi)
  • Selamat Kepada Siswa XII IPA 3 sebagai

    THE 1sT RUNNER UP OF DRAMA FESTIVAL DAN THE FAVOURITE TEAM

    SENIOR HIGH SCHOOL

    ANNUAL ENGLISH CONTEST AND SEMINAR 2010

    FACULTY OF LANGUANGE AND ARTS EDUCATION INDONESIA UNIVERSITY OF EDUCATION BANDUNG

    Kelas XII IPA 3: "HADIAH KAMI PERSEMBAHKAN UNTUK BAPAK KEPALA SEKOLAH DAN SEKOLAH TERCINTA SMA ALFA CENTAURI BANDUNG:

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 6


  • Arsip Artikel
  • Rahasia Dahsyat Belajar , (Author: Drs. Rochendi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 9
  • PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MEMBANGUN KEBERADABAN BANGSA , (Author: Drs. Chairudin) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 305
  • Pola Hidup yang harus kita tiru , (Author: Sunarso, S.Pd) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 5
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 8
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 5332
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 243
  • Cita-cita Yang Tidak Masuk Akal , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 193
  • TITIK BALIK PERADABAN KEJATUHAN UMMAT ISLAM , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 7
  • Pasca Pengumuman SNMPTN , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 4
  • Bermain Dengan Bilangan , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 15042
  • keteladanan kunci kesuksesan pendidikan , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 6
  • Menghindari Negative Thinking , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 101
  • Kuliah di ITB, sulitkah? , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 5
  • WAJAH PERADABAN BARAT 2 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 6
  • Resep Sukses Di Segala Bidang , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 8
  • WAJAH PERADABAN BARAT , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 103
  • Kisah Sylvester Stallone Menjadi Aktor , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 129
  • Cara men-setting cita-cita , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 10
  • Digital Learning System , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 54
  • Memaknai Keberkahan Hidup , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 6
  • HIJRAH, PIRANTI SUKSES DUNIA AKHIRAT (Kado Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1431) , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 55
  • Empat Syarat Secara Simultan Sebagai Syarat Kelulusan , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 82
  • PENDIDIKAN DALAM HIDUP , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 82
  • Nasehat Al-Ghazali Untuk Pelajar , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 83
  • Bagaimana Mendapatkan Apa Yang Benar-benar Anda Inginkan? , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 76
  • Sikap Muslim Menyikapi Gerhana , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 240
  • INFO PSB
  • Selamat Datang Calon Siswa/Siswi 2012/2013

  • Lihat Syarat-syarat PSB
  • Lihat brosur 12/13
  • DAFTAR SISWA YANG DITERIMA GEL I 12/13
  • DAFTAR SISWA YANG DITERIMA GEL II 12/13
  • Info
  • Untitled Document

    Info Pembagian Raport Siswa/i Alfa Centauri
    Sabtu, 24 Desember 2011

    Untuk Kelas X.1 – X.2 Jl. Badak Singa No. 6 Bandung
    Untuk Kelas X.3 – X.14  Jl. Diponegoro No. 48 Bandung
    Untuk Kelas XI   Jl. Diponegoro No.48 Bandung
    Untuk Kelas XII Jl. Badak Singa No. 6 Bandung

    - Libur Semester Gasal Tahun Pelajaran 2011/2012 tanggal 26 Desember  s.d  31 Desember 2011.
    - KBM Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012 dimulai  Senin tanggal 02 Januari  2012.

  • Info new S2DLS Ver.4 pada platform Android
  • Informasi Press Convrence akan di adakan di Hotel Nalendra Jl. Cihampelas Jam 11-Selesai Pada tanggal 8 November 2011 -Seminar pada Hari Minggu 13 November 2011 di "Gedung Pos" Jl. Banda No.30
  • Acara penyembelihan Hewan kurban Alfa Centauri
  • Alfa Centauri akan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di Jl. Palasari No.9 Bandung pada 7 November 2011, yang akan di hadiri oleh semua Siswa dan guru beserta Staff Alfa Centauri
  • AGENDA SEKOLAH
  • Studi Islam Intensif Ramadhan 2011/2012 (SIIR)
    Pelaksanaan Tanggal 8 Agustus 2011 sd 10 Agustus 2011 di Mesjid PUSDAI
    Mulai pukul 06.30 - 12.15 WIB
    Siswa memakai seragam sekolah, khusus perempuan muslim diwajibkan memakai kerudung
    © 2009 SMA Alfa Centauri | views: 2