Oktober sudah sepakat diingat oleh banyak orang sebagai Bulan Bahasa. Tidak lain karena bulan ini dikaitkan dengan Sumpah Pemuda yang salah satu isinya; "Menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia" Penyusun Sumpah Pemuda sangat menghargai Bahasa Indonesia. sehingga di bulan inilah Bahasa Indonesia pertama kali dikumandangkan sebagai bahasa NASIONAL SEKALIGUS BAHASA PERSATUAN di Republik Indonesia.
Berbeda dengan bahasa negara-negara lain yang umumnya memilki tata bahasa yang kompleks. Bahasa Indonesia sering secara sembarangan disebut lebih sederhana. Perasaan "sederhana" pertama terhadap Bahasa Indonesia jika kita sedang mempelajari bahasa-bahasa lain adlah ketiadaan perubahan bentuk kata kerja. Baik subjek naupun waktu (tenses) tidak merubah apapun pada kata kerja.
Berbicara tentang bahasa Indonesia umumnya akan langsung tertuju pada sastra Indonesia. Padahal bahasa Indonesia ini tidak semata sastra saja. Ada banyak hal-hal yang berkenaan dengan bahasa ini. Salah satunya adalah semakin lunturnya kebanggan berbahasa Indonesia, baik dalam percakapan sehari-hari, dalammenulis di media maupun dalam jurnalistik.
Terlepas dari maksud dan tujuan menggunakan campuran bahasa asing atau bahkan merasa lebih mantap dengan bahasa asing, yang pasti bahasa Indonesia tetaplah harus dipertahankan sebagai bahasa nasional. Siapakah yang paling berkepentingan mempertahankan bahasa Indonesia bila bukan bangsa Indonesia sendiri? Tanpa maksud membandingkan, lihatlah beberapa negara di Eropa. Misalnya di Italia, di negara ini sangat sulit menemukan hal-hal yang tidak menggunakan bahasa Italia. Seluruh rambu jalanmenggunakan bahasa Italia. Majalah dan koran berbahasa inggris sangat suilit dicari walaupun ada tetapi hanya di tempat-tempat tertentu dengan harga yang lebih tinggi dan tersedia hanya beberapa eksemplar saja. Televisi lokal di italia tidak menyediakan program acara yang berbahasa selain italia. Mereka bangga sekali dengan bahasanya sehingga para pendatang, turis, investor, atau imigran harus menggunakan bahasa italia walaupun hanya dasar-dasarnya saja. Padahal penduduk dunia yang menggunakan bahasa italia sangat sedikit jumlahnya.
BAHASA INDONESIA TERMASUK URUTAN KE-9 TERBANYAK DIGUNAKAN PENDUDUK DUNIA. JADI PERTANYAANNYA, BANGGAKAH KITA DENGAN BAHASA INDONESIA?
Kembali ke atas
Posting komentar anda terhadap artikel ini, di sini (
Dilarang menggunakan kata-kata yang tidak sopan)
Posting yang masuk:
|
tanggal
|
nama
|
rank
|
komentar
|
|
Sabtu, 7 November 2009
|
Asep Kusmana
|
3
|
Bahasa merupakan simbol dari perasaan dan merupakan alat penterjemah dari suatu peradaban, majunya peradaban dapat dilihat dari bahasa dan tulisan yang generasi tersebut ciptakan (atau adopsi dari peradaban)
|